Pages

Wednesday, September 4, 2013

Sapa Dunia Dini Hari

Assalamualaikum Wr.Wb.
Fellas Venus !
Yoiiiii Mars !
Halo Bumi, Halo Kehidupan, Halo Kematian, Halo Kedatangan, Halo Kepergian, Halo Usaha, Halo Keberuntungan, Halo Perdamaian, Halo Perubahan ! What ? Perubahan ? Hai Jomblo ! Tenang, Gua ga kemana-mana kok masih di sini :p . Di sini nemenin kalian dengan perubahan yang huru-hara berganti dengan cepat. Iyah iyah makasih yah atas ucapannya. Kenapa ? Mau tau gua pake kebaya warna apa ? Lebih baik ga usah tau  deh, yang jelas gua sih pake toga. Apa ? Mau liat banget ? Yaudah deh gua kasih liat dikit yah kebaya yang gua pake tanggal 07 Juli 2013 (read: WISUDA) :ngakak .

udah itu aja yah, gua takut kalo banyak-banyak malah bikin kalian ga bisa tidur lagi kan kasian. Gua kan ga sejahat itu :) . Okeh gua mulai kehilangan jati diri, gini nih maksudnya, awal nulis aja gua masih kikuk harus pake aku-kamu atau gua-lu terus gua juga bingung harus anggep hubungan kita itu 'spesial' atau temenan aja. Kan capek kalo dari kecil sampe gede masih friendzone-an mulu. Emangnya lu ga capek apa ? Ditanyain temen lu, gua ini siapa, gua aja yang denger capek ! Hih ! Bye ! :@ . Ya Allah Padlun, lu bisa dimusuhin sama orang kalo pembahasannya ga fokus gini :( . Entah yah Padlun yang dulu masih nyari jati diri sekarang malah bener-bener kehilangan jati diri. Kalian ngerasain ga sih perubahannya ??? Terus Aku harus apa ? aku bisa apa ? Tampar aku mas tampar !!! Hih Gua ga mau tau temenan sama diri Gua sendiri, sereeeem :o .

Apa perubahan ini karena berjalannnya umur dari 16 tahun ke 17 yah ? Yaudah biasa aja dong lu semua ! Ga usah nyorakin weee !!! Iyah sekarang umur gua berjalan ke dua puluh dua tahun aaaaa nyebutinnya kudu sambil bakar menyan :( . Apa perubahan ini karena gua abis dari Gunung Papandayan dan Sawarna (Cikiciw Padlun norak banget ! hahaha)
 
 
selalu dengan wajah bloonnya :(
Syudahlaaaaaaah... Malu tau majang foto-foto, udah bukan umurnya. Duuuuh, Padlun lagi-lagi berubah, jadi ada rasa kejunya dikit hahahaha. Mungkin perubahan ini bagian dari pendewasaan diri diikuti dengan kebijakan dalam melakukan segala tindakan tsaaaah padlun dewasa banget deh ;) . Yang jelas sih perubahan ini bukan karena kepergian Abi (Jumat, 30 november 2012-tepat di hari ulang tahun beliau). Semuanya akan kembali pada Allah. It's just a matter of time. Ikhlas kuncinya :).

Selamat menempuh hidup baru selamat welcome buat si kedatangan, selamat tinggal buat si kepergian ! Gua padlun seorang dokter sukses di rumah sakit yang lantainya marmer, bersuami direktur perusahaan kontruksi yang ujungnya pake tbk, yang bermobil 2 lexus, 4 CR-V, 3 Jaguar, 6 Motor ga apal merknya, yang memiliki 12 asisten rumah tangga, yang memiliki rumah bergaya inggris di daerah Jakarta Selatan, yang memiliki villa di Bali, Bandung, Lombok, Kalimantan Timur, Cottage di Yogyakarta, Sumedang, Bogor, Palu dan itu semua cuma mimpi, pamit undur diri. Bye ;) . Amplopnya dong, kakakhhh ! :#

Love you all ;) , as you know tanpa kalian aku cuma butiran debu so thank you anet anet :mewek

Saturday, April 27, 2013

ASESA 5

Aku tidak pernah berencana memiliki ukiran seperti ini, cacahan Aku membelok. Benar-benar tidak tertebak, yah, dia hadir. Dia yang berbeda dari dunia Asesa. Membantu Aku meluruhkan perihnya menarik esesnya segera dari Asesa. Sungguh Aku tidak ingin ini persis tertera dalam takdirnya. Tapi Sang Pencipta telah menoreh tinta seperti itu, Aku bisa apa ? Aku mulai menyangkal, Aku ingin tetap setia bertangkup cinta lerai pada Asesa, tapi eses lainnya mulai menari ria mencelos pergi, pergi merisau untuk dia. Baiklah! Dia itu orang baru, Diga namanya. Entah itu nikmat atau musibah tapi Aku seringkali tertegun kemudian membahana ketika teringat Diga. Nikmat Tuhan yang mana lagi yang akan Aku ingkari, itu pikir Aku. Sehingga Aku membuka hati, merengkuh depan. Namun, Aku tak lupa untuk berbisik pada eses yang tersisa pada Asesa "Aku akan kembali jika tuanmu mau...."

Friday, November 2, 2012

Dari Akuilla Untuk Asesa #2

Penantian hanya memerlukan penghujung kok. Aku cuma harus menunggu dengan ikhlas tanpa keluhan yang keluar dari bagian tubuh manapun. Karena ini keinginanku. Jelas aku harus tau segala konsekuensi yang keluar dari pihak manapun. Mungkin ini tangkup atau sebongkah kayu yang diam-diam terbangun menjadi rumah singgah. Persinggahan harapan. Harapan yang tidak sengaja tercelos kemudian mengembang dari hari ke hari dan tidak dapat dihentikan atau dimatikan sebelum aku sendiri mati. Aku merasa dosa memelihara semua ini walau aku tau suatu yang sederhana dan indah memang wajar. Aku selalu sakit setiap tarikan napas yang kulakukan karena diiringi ingatan bahwa aku punya rasa. Aku sampah ketika tau kau milik dia, dia, dan dia bahkan dia.

Ini mirip balon yang terbang tinggi jika terlepas dan tidak ada yang memegangi. Nah, aku seperti itu, menari tinggi karena dibiarkan lepas melayang hanya bersama angan. Bermimpi karena sendiri. Kesepian karena sendiri. Hampa karena sendiri. Sendiri karena aku menunggu. Menunggu kamu yang bergerilya dan tidak menatap aku. Karena tau aku jelas tidak pernah bisa menjadi poros hidup kamu.

Mata ini sering bertabrakan tapi bingungnnya aku sebab tak pernah memiliki kesempatan untuk akhirnya hati yang bertabrakan. sering kali terselip genggaman tapi lagi-lagi hanya genggaman kosong. Aku, Kamu, Kita berbeda dengan Mereka. Mereka yang tidak bisa bersama karena pria berprinsip dan agak memohon agar wanita menunggu secara halus. Jelas rasa terbalas. Aku, Kamu bukan Kita karena Aku, Kamu berbeda :)

Dari Akuilla Untuk ASESA #1

Kamu ga tau esensi dari semua itu. Jangan pernah seakan-akan kamu memahami, mengerti bahkan mendalami semua yang ada dari semua itu ! Kamu ga tau makna dari kubu hati. Jadi jangan pernah kamu berpura-pura menyelimuti diri kamu seakan diliputi kubu hati ! Kamu itu sudah lama menjadi pembunuh. Pembunuh aku dalam diam. Aku tau kamu telah mati, mati mempelajari kubu hati. Sekarang kamu bangkit mencoba rontaan hebat dengan terjangan yang tak pernah dimengerti. Mungkin itu kamu dengan segala yang tak bisa kau pahami.

Kamu tau kenapa aku bisa mencintaimu ? Karena kelancanganmu. Kelancanganmu menarik esesku tanpa salam kemudian ketukan sapa atau sekedar permisi. Rumit ? Iyah seperti itu. Karena pangkatmu bukan untuk pendampingku tapi sekedar menemaniku. Itu berbeda. Baiklah kalau kamu tidak mengerti. Aku menyerah. Bahkan menyerah sebelum akhirnya aku punya rasa. Rasa untukmu.

Thursday, October 18, 2012

ASESA 4

Tepat di manik matanya, yah, Aku akhirnya melepas air matanya tapi tidak terlihat, tidak tertembus oleh mata sebening apapun. Karena bagai kabut bahkan kaca nako, hujan menutupi setiap tetesannya dari mata Aku. Segukan demi segukan mengalir tapi tetap saja Asesa tidak mampu mendengarnya. Angin lebih kencang menghembuskan gemuruh  galak seakan mengerti, membela, berkeinginan memarahi Asesa tapi apa daya dia hanya angin, Aku bukan siapa-siapa. dibiarkannya Aku membeku dan menerbangkan Asesa pada cintanya yang akan masuk, yang menenggelamkan aku pada bilabong kemudian dilahapnya Aku tanpa bekas. Tanpa perlu diketahui bahwa Aku sesak, menangis perih, menatap miris.

Miris ! Memang keterlaluan ! Jika terus begitu, siapapun yakin, Aku akan terbunuh tanpa tersentuh, hanya melihat mungkin nanti Aku memohon untuk buta lantas tuli.

Saturday, September 29, 2012

ASESA 3

Aku lupa cerita. Benar-benar lupa. Tamia sudah lama pergi, bukan dari bumi, melainkan dari sisi Asesa. Yah, Tamia memiliki jalan sendiri, mengganti masa lalunya dengan pendamping baru. Meninggalkan Asesa yang larut terlalu lama menunggu, merangkai akan seperti apa jika mereka teraduk dalam satu hubungan cinta. Maaf Asesa ! Aku senang ini terjadi :).

Aku berharap besar sebenarnya. Berharap akan ada indah setelah hilangnya Tamia. Tapi Aku salah ! Tuhan punya ceritanya sendiri. Tuhan menulis skenario yang aku benar-benar tidak sangka sekaligus tidak aku harapkan. Datang printilan-printilan lain. Bukan pengganti Tamia bahkan tidak pantas dibilang pengganti. Ini hanya semacam barbie bagiku, mobil-mobilan bagi Asesa. Yah sebut saja mainan ! Asesa hanya membutuhkan sebuah wadah pelampiasan dari kekecewaan yang disebarkan Tamia terdahulu. Ini tidak dibenarkan ! Asesa sungguh membrutal, kacau dan keji. Tak terfikirkan bagiku, dia akan berlaku seperti itu. Seperti membalikkan tangan, Asesa menghitamkan air mata mainannya. Asesa meninggalkanku kemudian bersenang-senang dengan mainannya. Dua barbie telah dihempaskannya.  Kemudian kembali padaku lagi. Kini apalagi ? Aku masih menuggu.

Sulit bagiku menemukan jawaban dari semua hal yang terjadi dan nyata dalam hariku dan Asesa. Dia baik, membalasku, lalu apa lagi ? apa ? aku jatuh cinta ? iyah benar ! lalu kenapa ? Asesa tidak merasakan itu ! atau Asesa tidak pernah ingin tau apa perasaaanya untukku ? Aku layaknya ruang bebas tanpa batas yang dijadikan tempat teriaknya, tong sampah untuk berkeluh-kesah, pundak invisible untuk sandarannya. Intinya pelampiasan, pelampiasan berstatus tergantung dan amat bermakna setengah. Sekarang apa ? Aku sudah tau tak bernyawa, masih saja bertanya ? Yah, Aku tetap ingin tau akhirnya :) .