Aku tidak pernah berencana memiliki ukiran seperti ini, cacahan Aku membelok. Benar-benar tidak tertebak, yah, dia hadir. Dia yang berbeda dari dunia Asesa. Membantu Aku meluruhkan perihnya menarik esesnya segera dari Asesa. Sungguh Aku tidak ingin ini persis tertera dalam takdirnya. Tapi Sang Pencipta telah menoreh tinta seperti itu, Aku bisa apa ? Aku mulai menyangkal, Aku ingin tetap setia bertangkup cinta lerai pada Asesa, tapi eses lainnya mulai menari ria mencelos pergi, pergi merisau untuk dia. Baiklah! Dia itu orang baru, Diga namanya. Entah itu nikmat atau musibah tapi Aku seringkali tertegun kemudian membahana ketika teringat Diga. Nikmat Tuhan yang mana lagi yang akan Aku ingkari, itu pikir Aku. Sehingga Aku membuka hati, merengkuh depan. Namun, Aku tak lupa untuk berbisik pada eses yang tersisa pada Asesa "Aku akan kembali jika tuanmu mau...."
Saturday, April 27, 2013
Friday, November 2, 2012
Dari Akuilla Untuk Asesa #2
Penantian hanya memerlukan penghujung kok. Aku cuma harus menunggu dengan ikhlas tanpa keluhan yang keluar dari bagian tubuh manapun. Karena ini keinginanku. Jelas aku harus tau segala konsekuensi yang keluar dari pihak manapun. Mungkin ini tangkup atau sebongkah kayu yang diam-diam terbangun menjadi rumah singgah. Persinggahan harapan. Harapan yang tidak sengaja tercelos kemudian mengembang dari hari ke hari dan tidak dapat dihentikan atau dimatikan sebelum aku sendiri mati. Aku merasa dosa memelihara semua ini walau aku tau suatu yang sederhana dan indah memang wajar. Aku selalu sakit setiap tarikan napas yang kulakukan karena diiringi ingatan bahwa aku punya rasa. Aku sampah ketika tau kau milik dia, dia, dan dia bahkan dia.
Ini mirip balon yang terbang tinggi jika terlepas dan tidak ada yang memegangi. Nah, aku seperti itu, menari tinggi karena dibiarkan lepas melayang hanya bersama angan. Bermimpi karena sendiri. Kesepian karena sendiri. Hampa karena sendiri. Sendiri karena aku menunggu. Menunggu kamu yang bergerilya dan tidak menatap aku. Karena tau aku jelas tidak pernah bisa menjadi poros hidup kamu.
Mata ini sering bertabrakan tapi bingungnnya aku sebab tak pernah memiliki kesempatan untuk akhirnya hati yang bertabrakan. sering kali terselip genggaman tapi lagi-lagi hanya genggaman kosong. Aku, Kamu, Kita berbeda dengan Mereka. Mereka yang tidak bisa bersama karena pria berprinsip dan agak memohon agar wanita menunggu secara halus. Jelas rasa terbalas. Aku, Kamu bukan Kita karena Aku, Kamu berbeda :)
Dari Akuilla Untuk ASESA #1
Kamu ga tau esensi dari semua itu. Jangan pernah seakan-akan kamu memahami, mengerti bahkan mendalami semua yang ada dari semua itu ! Kamu ga tau makna dari kubu hati. Jadi jangan pernah kamu berpura-pura menyelimuti diri kamu seakan diliputi kubu hati ! Kamu itu sudah lama menjadi pembunuh. Pembunuh aku dalam diam. Aku tau kamu telah mati, mati mempelajari kubu hati. Sekarang kamu bangkit mencoba rontaan hebat dengan terjangan yang tak pernah dimengerti. Mungkin itu kamu dengan segala yang tak bisa kau pahami.
Kamu tau kenapa aku bisa mencintaimu ? Karena kelancanganmu. Kelancanganmu menarik esesku tanpa salam kemudian ketukan sapa atau sekedar permisi. Rumit ? Iyah seperti itu. Karena pangkatmu bukan untuk pendampingku tapi sekedar menemaniku. Itu berbeda. Baiklah kalau kamu tidak mengerti. Aku menyerah. Bahkan menyerah sebelum akhirnya aku punya rasa. Rasa untukmu.
Thursday, October 18, 2012
ASESA 4
Tepat di manik matanya, yah, Aku akhirnya melepas air matanya tapi tidak terlihat, tidak tertembus oleh mata sebening apapun. Karena bagai kabut bahkan kaca nako, hujan menutupi setiap tetesannya dari mata Aku. Segukan demi segukan mengalir tapi tetap saja Asesa tidak mampu mendengarnya. Angin lebih kencang menghembuskan gemuruh galak seakan mengerti, membela, berkeinginan memarahi Asesa tapi apa daya dia hanya angin, Aku bukan siapa-siapa. dibiarkannya Aku membeku dan menerbangkan Asesa pada cintanya yang akan masuk, yang menenggelamkan aku pada bilabong kemudian dilahapnya Aku tanpa bekas. Tanpa perlu diketahui bahwa Aku sesak, menangis perih, menatap miris.
Miris ! Memang keterlaluan ! Jika terus begitu, siapapun yakin, Aku akan terbunuh tanpa tersentuh, hanya melihat mungkin nanti Aku memohon untuk buta lantas tuli.
Saturday, September 29, 2012
ASESA 3
Aku lupa cerita. Benar-benar lupa. Tamia sudah lama pergi, bukan dari bumi, melainkan dari sisi Asesa. Yah, Tamia memiliki jalan sendiri, mengganti masa lalunya dengan pendamping baru. Meninggalkan Asesa yang larut terlalu lama menunggu, merangkai akan seperti apa jika mereka teraduk dalam satu hubungan cinta. Maaf Asesa ! Aku senang ini terjadi :).
Aku berharap besar sebenarnya. Berharap akan ada indah setelah hilangnya Tamia. Tapi Aku salah ! Tuhan punya ceritanya sendiri. Tuhan menulis skenario yang aku benar-benar tidak sangka sekaligus tidak aku harapkan. Datang printilan-printilan lain. Bukan pengganti Tamia bahkan tidak pantas dibilang pengganti. Ini hanya semacam barbie bagiku, mobil-mobilan bagi Asesa. Yah sebut saja mainan ! Asesa hanya membutuhkan sebuah wadah pelampiasan dari kekecewaan yang disebarkan Tamia terdahulu. Ini tidak dibenarkan ! Asesa sungguh membrutal, kacau dan keji. Tak terfikirkan bagiku, dia akan berlaku seperti itu. Seperti membalikkan tangan, Asesa menghitamkan air mata mainannya. Asesa meninggalkanku kemudian bersenang-senang dengan mainannya. Dua barbie telah dihempaskannya. Kemudian kembali padaku lagi. Kini apalagi ? Aku masih menuggu.
Sulit bagiku menemukan jawaban dari semua hal yang terjadi dan nyata dalam hariku dan Asesa. Dia baik, membalasku, lalu apa lagi ? apa ? aku jatuh cinta ? iyah benar ! lalu kenapa ? Asesa tidak merasakan itu ! atau Asesa tidak pernah ingin tau apa perasaaanya untukku ? Aku layaknya ruang bebas tanpa batas yang dijadikan tempat teriaknya, tong sampah untuk berkeluh-kesah, pundak invisible untuk sandarannya. Intinya pelampiasan, pelampiasan berstatus tergantung dan amat bermakna setengah. Sekarang apa ? Aku sudah tau tak bernyawa, masih saja bertanya ? Yah, Aku tetap ingin tau akhirnya :) .
Sulit bagiku menemukan jawaban dari semua hal yang terjadi dan nyata dalam hariku dan Asesa. Dia baik, membalasku, lalu apa lagi ? apa ? aku jatuh cinta ? iyah benar ! lalu kenapa ? Asesa tidak merasakan itu ! atau Asesa tidak pernah ingin tau apa perasaaanya untukku ? Aku layaknya ruang bebas tanpa batas yang dijadikan tempat teriaknya, tong sampah untuk berkeluh-kesah, pundak invisible untuk sandarannya. Intinya pelampiasan, pelampiasan berstatus tergantung dan amat bermakna setengah. Sekarang apa ? Aku sudah tau tak bernyawa, masih saja bertanya ? Yah, Aku tetap ingin tau akhirnya :) .
Thursday, September 20, 2012
Bersalah
Hola Humbala Heho ! Udah lama nih gua membiarkan blog ini menjadi usang menari-nari bersama sarang laba-laba hahaha. Iyah nih, tugas kuliah yang hobi menekan, jadwal syuting yang nggak ada jeda serta macet yang melanda (okeh ini nggak nyambung !). Apa kabar lu ? setelah ditinggal lama sama pengasuh blog yang cuntik dan memberikan kehangatan untuk kalian, pemirsah, pembaca, pemikir, pemimpin, pengamen, dan pesugihan :ngakak . Semoga masih dalam keadaan sehat, tetap beriman kepada Allah SWT dan yang pasti still menjomblo :p (sabar yah, mblo :k ).
Udahlah nggak perlu sedih apalagi gelisah ! Kali ini gua akan ngebahas yang seneng-seneng tauuuuuu. Hah ? Ciyus, lun ? Enelan ?| Ciyus dong ! Ca oong cih ! *backsound: The AATS-Ca Oong Cih*. Udah terlalu lama Bangsa Indonesia khususnya para remaja larut dalam kata galau dan gontai, oleh karena itu, Gua Fadlun Usman Alhabsyi akan mencoba menghapus kata-kata tersebut dari hati umat manusia dan melaksanakan perubahan ! (gayamu lun macem pejabat aja pake janji-janji :D ). Boong deh ! ahahahahah Gua boong tau ! lalalalalalala~. Gua malah mau membawa lu lu semua terombang-ambing dengan perasaan melankolis, jadi buat lu lu yang ga kuat iman jangan coba-coba baca postingan blog ini !!!
Apa bagian terdalam dari hati lu, lu pernah merasakan sesuatu yang nggak pernah mungkin terdeskripsikan dan nggak mungkin terbantahkan ? Apa pernah lu selalu ingin marah tanpa alasan yang jelas ? sensitif dengan kata-kata atau ucapan orang yang sebenernya nggak bermaksud menyinggung lu ? Mencoba mencari jawaban tapi sulit menemukan ?. Yah, itu adalah BERSALAH ! Setiap manusia nggak akan luput dari rasa bersalah, mungkin perasaan itu nggak enak, tapi setidaknya dengan lu merasakan itu, berarti lu masih memiliki sisi kebaikan. Kenapa ? Karena dengan merasa bersalah berarti lu menyadari bahwa lu telah melakukan kesalahan kemudian lu akan mampu meminta maaf. Atau dengan merasa bersalah, lu nggak akan berlaku sombong, akan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, akan lebih berusaha lebih giat lagi. Intinya bersalah mampu membawa lu ke arah lebih positif ;) . WOW banget, lun ! Iyah emang WOW banget !
Sebenernya perasaan bersalah itu apa sih, lun ? | Perasaan bersalah itu ... hmm ... aduh gua itu bukan ahli mendeskripsikan dengan kata-kata yang apik gitu. Jadi gua mau ngejelasin pake bahasa sehari-hari yah ? Ga papa dong ? biasanya kan cewek cantik minta apa aja pasti diturutin jadi sudah seharusnya lu lu nurutin gua, gua kan cantik hahahaha *mati* :maho . Bersalah itu mirip-mirip sama Malu dan Menyesal tapi sebenernya bedaaaaaaa banget nget nget. Malu itu rasa yang akhirnya timbul karena kita melakukan sesuatu yang nggak wajar menurut orang sekitar, contohnya kita sebagai cewek yang nantinya jadi istri akan malu kalo nggak bisa ngasih keturunan atau cowok-cowok yang nantinya jadi suami akan malu karena nggak bisa nafkahin istrinya. Kalo Menyesal itu perpaduan antara sedih, tertekan dan juga malu atas apa yang udah kia perbuat, menyesal itu ada karena kita memikirkan penilaian orang atau dampak yang ditimbulkan atas perbuatan kita. Nah, jadi bersalah apa dong, lun ? | Bersalah itu kesadaran bahwa kita telah melakukan kesalahan atau melanggar sesuatu. Udah lumayan paham dong kalian ? Apah ?! masih belum ?! *zoom in zoom out*. Yaudah gih pada ke penjara ! Wawancara narapidana berkaitan sama perasaan ini, pasti mereka paham betul. Eh tapi jangan wawancara narapidana kasus korupsi soalnya mereka nggak pernah ngerasa bersalah tuh udah nyolong duit rakyat ! :ngakak .
Terus gimana ngatasin perasaan bersalah ini ? Hmmmmmmm, gua bukan orang pinter nih untuk membuat solusi yang cemerlang jadi gua cuma bisa ngasih saran STD alias standar alias biasa banget. Cekidot !
Rasa Bersalah Kepada Orang Lain
Kan tadi gua udah jelasin kalo bersalah ada karena kita sadar udah melakukan kesalahan, nah kalo lu ngelakuin kesalahan sama orang lain ayo dong buru-buru minta maaf sama orang itu. Nggak enak kan hubungan yang tadinya baik-baik aja jadi buruk apalagi itu semua disebabkan sama lu. Masalah dimaafin atau nggak, itu urusan belakangan, yang penting kita udah punya niat baik buat minta maaf. Eiyah, jangan lupa pake tulus ! Percuma lu minta maaf tapi pasang muka kayak mau ngajakin tawuran atau lu pake muka bundadari tapi aslinya nggak tulus. Fake ! Nyebur aja ke laut sana biar dimakan hiu. Huahahahaha.
Rasa Bersalah sama Allah SWT
Lu melanggar hukum Allah ? Contohnya: yang kecil-kecil aja deh, bohong. Emang susah sih untuk nggak bohong, gua pun sampe sekarang susah banget untuk nggak bohong, misalnya gua bohong bilang kalo temen gua cantik dengan dress yang lagi dia pake padahal hueeeeks kayak mba-mba batagor hahaha (ini misalnya doang loh :peace ). Kalo udah salah dan merasa bersalah sama Allah udah pasti lu harus mohon ampun dengan sungguh-sungguh maksudnya berjanji nggak akan ngelakuinnya lagi. Indahnya :) .
Rasa Bersalah sama Diri Sendiri
Ini nih yang paling sakit. Lu ngerasa bersalah sama diri sendiri, misalnya dalam kuliah lu selalu dapet IP (Indeks Prestasi) ancur. Nah, untuk nebus kesalahan lu, lu harus belajar lebih giat supaya nggak ngulang kesalahan itu dan dapet IP jelek. Ini bukan semata-mata supaya IP lu nggak ancur loh, tapi juga untuk menaikkan taraf kehidupan lu dan pandangan orang ke lu. Dengan memperbaiki diri sendiri ini berarti lu sayang dan menghargai diri lu sendiri itu akan berdampak dengan lingkungan lu, maksudnya, orang lain juga akan menghargai diri lu. Subhanallah :) .
Intinya sih, kalo lu udah tau lu berbuat salah, yah segerakanlah meminta maaf, menebus kesalahan lu dan jangan mengulanginya lagi :) . Tau nggak ? gua nulis postingan ini di perpus fakultas kampus gua, di saat orang lain belajar, gua malah coret-coret blog ini. Okeh nggak ada yang nanya hahaha. Segini dulu yah postingan gua. Dadah :k ;) .
Sebenernya perasaan bersalah itu apa sih, lun ? | Perasaan bersalah itu ... hmm ... aduh gua itu bukan ahli mendeskripsikan dengan kata-kata yang apik gitu. Jadi gua mau ngejelasin pake bahasa sehari-hari yah ? Ga papa dong ? biasanya kan cewek cantik minta apa aja pasti diturutin jadi sudah seharusnya lu lu nurutin gua, gua kan cantik hahahaha *mati* :maho . Bersalah itu mirip-mirip sama Malu dan Menyesal tapi sebenernya bedaaaaaaa banget nget nget. Malu itu rasa yang akhirnya timbul karena kita melakukan sesuatu yang nggak wajar menurut orang sekitar, contohnya kita sebagai cewek yang nantinya jadi istri akan malu kalo nggak bisa ngasih keturunan atau cowok-cowok yang nantinya jadi suami akan malu karena nggak bisa nafkahin istrinya. Kalo Menyesal itu perpaduan antara sedih, tertekan dan juga malu atas apa yang udah kia perbuat, menyesal itu ada karena kita memikirkan penilaian orang atau dampak yang ditimbulkan atas perbuatan kita. Nah, jadi bersalah apa dong, lun ? | Bersalah itu kesadaran bahwa kita telah melakukan kesalahan atau melanggar sesuatu. Udah lumayan paham dong kalian ? Apah ?! masih belum ?! *zoom in zoom out*. Yaudah gih pada ke penjara ! Wawancara narapidana berkaitan sama perasaan ini, pasti mereka paham betul. Eh tapi jangan wawancara narapidana kasus korupsi soalnya mereka nggak pernah ngerasa bersalah tuh udah nyolong duit rakyat ! :ngakak .
Terus gimana ngatasin perasaan bersalah ini ? Hmmmmmmm, gua bukan orang pinter nih untuk membuat solusi yang cemerlang jadi gua cuma bisa ngasih saran STD alias standar alias biasa banget. Cekidot !
Rasa Bersalah Kepada Orang Lain
Kan tadi gua udah jelasin kalo bersalah ada karena kita sadar udah melakukan kesalahan, nah kalo lu ngelakuin kesalahan sama orang lain ayo dong buru-buru minta maaf sama orang itu. Nggak enak kan hubungan yang tadinya baik-baik aja jadi buruk apalagi itu semua disebabkan sama lu. Masalah dimaafin atau nggak, itu urusan belakangan, yang penting kita udah punya niat baik buat minta maaf. Eiyah, jangan lupa pake tulus ! Percuma lu minta maaf tapi pasang muka kayak mau ngajakin tawuran atau lu pake muka bundadari tapi aslinya nggak tulus. Fake ! Nyebur aja ke laut sana biar dimakan hiu. Huahahahaha.
Rasa Bersalah sama Allah SWT
Lu melanggar hukum Allah ? Contohnya: yang kecil-kecil aja deh, bohong. Emang susah sih untuk nggak bohong, gua pun sampe sekarang susah banget untuk nggak bohong, misalnya gua bohong bilang kalo temen gua cantik dengan dress yang lagi dia pake padahal hueeeeks kayak mba-mba batagor hahaha (ini misalnya doang loh :peace ). Kalo udah salah dan merasa bersalah sama Allah udah pasti lu harus mohon ampun dengan sungguh-sungguh maksudnya berjanji nggak akan ngelakuinnya lagi. Indahnya :) .
Rasa Bersalah sama Diri Sendiri
Ini nih yang paling sakit. Lu ngerasa bersalah sama diri sendiri, misalnya dalam kuliah lu selalu dapet IP (Indeks Prestasi) ancur. Nah, untuk nebus kesalahan lu, lu harus belajar lebih giat supaya nggak ngulang kesalahan itu dan dapet IP jelek. Ini bukan semata-mata supaya IP lu nggak ancur loh, tapi juga untuk menaikkan taraf kehidupan lu dan pandangan orang ke lu. Dengan memperbaiki diri sendiri ini berarti lu sayang dan menghargai diri lu sendiri itu akan berdampak dengan lingkungan lu, maksudnya, orang lain juga akan menghargai diri lu. Subhanallah :) .
Intinya sih, kalo lu udah tau lu berbuat salah, yah segerakanlah meminta maaf, menebus kesalahan lu dan jangan mengulanginya lagi :) . Tau nggak ? gua nulis postingan ini di perpus fakultas kampus gua, di saat orang lain belajar, gua malah coret-coret blog ini. Okeh nggak ada yang nanya hahaha. Segini dulu yah postingan gua. Dadah :k ;) .
Subscribe to:
Posts (Atom)