Tuesday, August 30, 2011

PART 2-Kebanjiran Tawaran

            Sekolahku mengadakan pensi (Pentas Seni) yang tak lain tak bukan adalah ajang anak-anak pada begaye. Aku perwakilan kelas diposisikan menjadi koordinator divisi sponsorship. Kenapa harus aku ? aku paling males kalo diatur-atur, harus ini-itu, itu-ini, kesana-kemari. Pokoknya ribet ! males ! tapi aku dapet penjelasan, kalo coordinator kerjanya mengawasi dan mengatur. Siiip dah <. Kalo gitu doang sih aku bisa. Sponsor ? wajib memangnya ? yap, semuanya sudah dipersiapkan, yang terpenting adalah bintang tamunya.
“pensi kali ini, kita akan mengundang Afghan Syahreza, RAN, dan Ten2Five. Selain itu, kita juga memikirkan cara agar KFC menjadi sponsor kita dan memberikan Indah Dewi Pertiwi pada pensi sekolah kita. Tim sponsor ! saya harap kalian lebih kompak”  jelas ketua peaksana pensi panjang lebar.

Rangga Jijik dan Sok !!!
            Dia datang mengalungi kamera SLR Nikon, dengan senyumnya yang sok ! (dibacanya menggunakan aksen ‘H’ jadi Shok supaya lebih mantap) yang kata anak-anak lain senyumnya unyuunyu. Asyemele~
“maaf saya telat” ucapnya sok ramah
“tidak apa-apa, yang penting kamu tetap hadir” balas ketupel tidak kalah ramah tapi menurutku tulus dari pada si-sok ini. Huuh …
“kamu, ngga. Membantu Delta untuk menggaet Firma dan Perusahaan besar agar menjadi sponsor. Kharismamu sangat membantu”
Hah ? plis deh ! aku mulai enek dan mual berada di sini, apalagi dipasangkan si-sok ini. Hueks, ogah, jijik !!
“năli-năli[1]” jawabnya
Belagu, kalo gitu aku juga bisa. Sombong ! Bonsoir, Je m’ appelle Delta Maharani, Je suis lycèenn, Je suis Indonesienne, J’ habite à Bogor, Merci beaucop,  Aurevoir[2]. Atau mau coba pake bahasa Mandarin ? nĭ hăo ! Wŏ jiào Delta, Wŏ jiā zhù zài Bogor, Wŏ shì gāozhōng xuéshēng, Wŏ māma shì yīshēng, Wŏ hĕn piàoliang. Xiànzài, Wŏ hĕn máng. Xièxie. Zàijiàn[3]. Betul kan ?! jadi si Rangga sok itu nggak boleh sombong !! dan aku pikir, aku juga punya kharisma jadi aku nggak butuh dia buat mencari sponsor. Rangga memang jijik dan sok !!

Lagi … dan … Lagi
            Kayak lagu aja yah ? abis dengan nama panggilan depannya si-sok Rangga nggak bisa hilang. Dengan sok-nya dia menasehatiku.
“walaupun lu koordinator yang tugasnya mengawasi, nggak ada salahnya lu ikut mencari sponsor, iyah kan ?”
Iyah kan ? seperi dia akan siap menerima jawabanku aja !!! jengkelnya aku untuk kesekian kali. Rasanya memang tidak enak duduk-duduk santai menunggu laporan dari anak buahku (wah, keren banget nggak sih ?!) tapi dengan si-sok ini.
“tapi ---“ lagi dan lagi ucapanku dipotong, ditariknya aku keparkiran mungkin menuju mobilnya. Jengah aku dibuatnya, bosan aku dengan penat, pecahkan saja spionnya biar ramai, biar nggak sombong lagi, biar gaduh satu sekolah, mungkin binar mobil ini dijual dan pada akhirnya dia naek bajaj.
“hmpff …” aku menahan tawa karena puisinya cinta aku plesetin memang agak garing sih yang penting aku puas. Dia menatapku dengan bingung.
“liat-liat ! hati-hati nanti bola mata kamu keluar” tukasku terus menahan tawa. Mobil ini nyaman sekali. Dari luar memang hanya CR-V putih biasa, tapi dalamnya. Ada dvd portable, miniature gundam, stiran yang mewah, sarung jok yang bersih dan empuk, dan wangi lemon. Aku suka di dalam sini. Don’t judge the book by the cover, itu yang aku lihat dari mobilnya. Namun, jangan harap aku memiliki filosofi itu untuk si-sok yang sekarang sedang konsentrasi menyupir.
“nggak usah norak ! ini mobil gua yang paling sederhana” ucapnya memecah keheningan.
“hak aku dong. Aku ini, bukan kamu” balasku ketus.
“eh, ngomong-ngomong lu jangan ngefans atau suka sama gua yah … bosen gua !! semua orang pada gitu sama gua. Sekali-kali ada kek yang benci sama gua”
Ya tuhan !! kasihan banget sih orang ini pedenya jebol, bisa meledak dia.
“gugup yah ?”
“hah ?” emosiku kembali membuncit
“tahu nggak kamu ? aku bukan Cuma benci sama kamu tapi aku mau gantung kamu dijemuran biar item jadi jelek terus aku foto sekalian aku pajang di madding, jadi orang-orang nggak akan menggilai kamu lagi. ILFEEL” aku menarik nafas “jadi kamu berhutang budi sama aku”
“benci ? benar-benar cinta maksud lu ?”
“nggak ada gunanya ngomong sama orang sok kayak kamu, jadi kamu diem, nyetir aja !”
Aku memasang wajah sangat sangat sangat sangat bete dengan dibumbui sedikit  galau sedangkan dia tertawa dengan bangga seperti menemukan harta karun yang terpendam berabad-abad. Huh ! dasar sok !. untungnya aku punya persediaan permen di dalam tasku, permen dynamit. Mintnya mendinginkan otakku dan cokelatnya melumerkan suasana. Aku agak tenang sekarang.

Sponsor ini ke mana ?
            Dari tadi kayaknya aku Cuma muter-muter aja deh. Lima bungkus permen dynamitku sudah habis.
“sebenarnya kita mau kemana sih ? kok lama banget ? berkas yang kita bawa banyak banget loh”
“bawel !”
“kamu tuh nggak pernah membalas ucapan orang lain dengan baik yah ?!”
“nggak penting”
“ sama nggak pentingnya kayak kamu”
Kerja sama ini bener-bener nggak enak ! aku dipasangkan dengan cowok yang nyebelin yang nggak punya kebijaksanaan sedikitpun !!
“gua tuh mikir kita mau kemana dulu”
“ya ampun---“ dipotong lagi
“gua tahu kemana”
Kami masuk ke dalam gedung yang besar, mewah dan berkelas (aku tak tahu perusahaan apa ini) tapi semua orang di sini ramah dan segan pada Rangga. Apa karena dia pemenang lomba foto itu, sampai sinikah terkenalnya ? berarti aku cupu banget yah. Aku memasuki ruangan cukup besar seperti ruang meeting dengan meja berbentuk ouval panjang yang banyak kursinya kemudian ketika menengok ke atas terlihat lampu Kristal. Mmmuach … mamamia mewahnya ! aku suka dengan view glamour seperti ini walau agak lebay sih.
“pa, aku ingin perusahaan ini menjadi sponsor untuk acara pensi di sekolahku” ucap Rangga. Aku masih fokus dengan ruangan ini.
“ini temanku Delapan” Rangga menyenggolku. Aku sadar
“nama kamu Delapan ?”
Ya tuhan ! kenapa si-sok ini selalu membuatku panas ? memang namaku itu artinya Delapan tapi bukan itu namaku.
“Delta, pak. Jangan dengerin si-dungu ini, pak” keceplosan ! aku bicara tidak sopan dengan pihak sponsor.
“maafkan anak saya, dia hanya bercanda” balas bapak-bapak itu
“saya tidak kenal anak bapak, bagaimana bisa berbuat kesalahan ?” tanyaku sopan dan sok manis
“sure ?” tanyanya. “beside you, he is my boy”
What ?! sekali lagi kebodohanku kumat selain norak
“ini, pak ?” aku menunjuk Rangga dan dia (si-sok) tersenyum puas. Bete !!
Rangga memberikan seberkas file mengenai pensi ke papanya. Setelah itu, kami pulang. Di mobil, dia bertanya “sudah tahu mencari sponsor ke mana ?”
“iyah, tapi kan masih banyak yang belum diantarkan”
“tenang saja”
“aku coba percaya deh” ujarku memejamkan mata menenangkan diri, meletakkan letihku.

Esok hari …
            Bukannya kami yang mencari, tapi malah kami yang kebanjiran tawaran untuk jadi sponsor. Nggak nyesel deh aku percaya dengan si-sok. Dan semuanya kami approve karena tidak memberikan syarat yang berat.
         Segala persiapan benar-benar matang seperti jerawat yang nimbul dengan warna kuning pucat pasi. Dua minggu lagi pensi diselenggarakan. Doakan kami !!!


[1]  năli-năli artinya biasa saja, berasal dari bahasa mandarin
[2]  Berasal dari bahasa  Prancis artinya adalah selamat siang, nama saya Delta maharani, saya adalah seorang pelajar SMA, saya adalah orang Indonesia, saya tinggal di Bogor, terima kasih, selamat tinggal.
[3] Berasal dari bahasa mandarin artinya adalah apa kabar ! saya dipanggil Delta, saya tinggal di Bogor, saya adalah murid SMA, mami saya seorang dokter, saya sangat cantik (nggak ada yang boleh protes !). Sekarang, saya sangat sibuk. Terima kasih. Sampai jumpa lagi. 


0 komentar:

Post a Comment

semakin dikorek semakin hot