Tuesday, March 6, 2012

PART 4-Memory Of My Lovely


I will make not the same mistake you did I … will not let my self. Aku bernyanyi sambil merapikan meja belajarku.  ‘prang …’ sebuah bingkai foto terjatuh. Aku mengambilnya, memperhatikan senyuman seseorang di foto itu.
“ayah …” gumamku. Tanganku gemetar. Kontraksi otakku mengingat kenangan bersama Ayah dengan cepat seperti mesin waktu yang sedang bekerja.

Semua Tentang Kita
By : Peterpan

Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu
Tuk hapuskan semua sepi di hati
Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa
Teringat di saat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita
Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa

Dulu, aku sama Ayah sering nyanyi lagi ini. Ayah itu ngefans banget sama Peterpan. Nggak Cuma lagu tadi aja, masih banyak lagi lagu yang ayah suka, misalnya, langit tak mendengar, bintang di surga, topeng dmbl. Tapi ayah nggak bisa ngedenger lagi Peterpan yang baru yang judulnya Kau yang Ku Inginkan Pasti ayah suka. Tapi apa ayah masih suka yah sama Peterpan ? kalau tahu kasus videonya Ariel sebagai vokalis Peterpan. Hmmm, aku pikir ayah bukan orang yang suka menghakimi seperti itu, dia bakal tetep respect sama karya-karyanya ariel even dia udah buat kesalahan. Aku mencari gitar di gudang, di letakkan di sini mungkin supaya mami tidak melulu mengingat ayah. Di kamar, aku memetik senar itu, memainkannya. Lagu yang  menurutku aku tepat buat ayah.
  
Dear God
By : Avenged Sevenfold

A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose hard to find
While I recall all the words you spoke to me
Can’t help but wish that I was there
Back where l’d love to be, oh yeah

Dear God the only thing I ask of you is
To hold her when I’m not around
When I’m much too far away
We all need that person who can be true to you
But I left her when I found her
And now I wish I’d stayed
Cause I’m lonely and I’m tired
I’m missing you again oh no
Once again

There’s nothing here for me on this barren road
There’s no one here while the city sleeps
And all the shops are closed
Can’t help but think of the times I’ve had with you
pictures and some memories will have to help me
through, oh yeah

some search, never finding away
before long, they waste away
I found you, something told me to stay
I gave in, to selfish ways
And how I miss someone to hold
When hope begins to fade

Aku menerawang jauh, mengingat lagi kenangan indah bersama ayah. Makanan kesukaanku dengan ayah sama, yaitu mie ayam, bakso dan satu paket nasi padang. Semuanya harus pedas bedanya, kalo makan mie ayam dan bakso, pedasnya ayah berasala dari sambal (tumbukan cabe langsung buatan dari yang jual, jadi bisa dipastikan lumayah sehat). Sedangkan aku, banyaknya pada saos (yang asli buatan pabrik, mempengaruhi warna kuah makanan).
“kamu jangan banyak-banyak saosnya, nanti sakit !”
“ayah juga. Sambelnya ih … itu mah sambel pake bakso bukan bakso pake yang pake sambel”
“itu bahaya, Delta. Kamu ngga nonton apa, di reportase (acara berita TV di Trans TV) ? saos itu pake pewarna, cabenya campur dengan ulatnya, terus ada cabe busuk. Ditambah lagi, buruhnya menginjak-nginjak cabe yang tingginya segunung. Kebayangkan, Delta sayang ?!” itu pembicaraan yang aku ingat sewaktu aku dan ayah makan di pondok bakso Pak Gundam Rusadi (bukan Paramitha Rusadi atau hubungan dekat dengan keluarga Rusadi). Pasti kalian bertanya-tanya, kenapa selalu aku berdua saja dengan ayah tanpa mami. Jawabannya, karena mami sangat sibuk di rumah sakit dengan pekerjaannya yang ngurusin dada wanita. Hah ? mamimu tukang suntik silicon ? bukan tau !! mamiku menangani kanker payudara. Dia selalu bilang “cirri-ciri orang terkena kanker payudara itu, ketika kamu mengangkat lenganmu, kemudian memijat payudaramu. Jika ada benjolan, tak sakit, tak nyeri. Berarti … ngerti kan ?!”
Aduh !! memangnya kerjaanku Cuma ngurusin payudara ?! bete ! lagian kan katanya kanker udah ditemuin obatnya, obatnya buah sirsak itu kan ? fuih … who care. Balik lagi aja tentang my lovely, ayahku terganteng. Oiyah, walaupun sekarang beliau sudah tiada aku tetap menyimpan nomer handphonennya di handphonenku. Ku simpan dengan nama ‘papa ganteng’ hihi … hihi … narsisnya aku !. sayang banget sama ayah. Dia yang selalu membesarkan hatiku saat mami mulai mengeluarkan janji surge (janji dengan segudang kepastian indah, padahal …) atau malah membatalkan janji. Ayah yang mengajarkanku pada umur 10 tahun untuk memasak mie goring.
“karena ini mie goreng, kita memasukannya dengan minyaknya pada wajan”
Hwahahaha … sekarang umurku sudah 16 tahun dan betapa sok tahunya ayah pada waktu itu, bodohnya aku mencermatinya. Ayah juga yang pertama kali mengajariku menggunakan pembalut. Saat itu aku, aku bingung sekali. Keluar dari bagian ‘V' ku. Aku menangis. Aku merasa, pada saat itu juga aku akan mati. Aku berteriak-teriak. Sedih karena akan meninggalkan orang-orang yang menyayangiku (huh, pedenya aku. Haha).
“tenang saja, sayang. Berarti kamu sudah remaja, sudah boleh gebet cowok dan kamu harus pakai pembalut” ucap ayah santai.
“gebet ? pembalut ?”
“dua hal yang biasa ketika kamu menjadi gadis remaja dan pasti kamu menyukainya”
Ada benarnya. Enaknya, pas bulan puasa, aku biasa nggak puasa ketika lagi ‘dapet’ hi …  hi … hi … Ada salahnya pula, aku harus menahan rasa jijik ketika harus mencuci pembalut sebelumku buang. Tapi masalah gebet, sampai sekarang tak pernah kurasakan. Waktu dulu, saat di mal sepulang aku dan ayah dari coffee shop. Ayah memaksaku untuk berkenalan dengan cowok keren bergaya rambut spike wajah imut. Aku nggak mau ! kemudian ayah mendorongku sehingga menabrak cowok itu. Ya mapun !! malunya aku.
“maaf. Maaf sekali”
“nggak apa-apa. Nama lu siapa ?”
“aku Delta”
“gua Ridho. Datang yah ke salonku ! itu Ridho Hair Stylist”
Buseeeeeeeet ! gaya keren, muka oke tapi … keturunan Tessy (pelawak bencongyang suka pake cincin bejibun itu loh, bo). Ayah yang memperhatikanku dari jauh sedang tertawa lepas. Aku sempat kesal tapi lucu juga, itu pengalaman pertamaku ngegebet cowok.
Waktu itu, malam pertama (MP) ku menggunakan softlense. Ayahku mengajakku untuk menemaninya memeriksa mata, kemudian aku tertarik dengan customer lain yang membeli softlense.
“yah, aku boleh beli itu ?”
“boleh kalau kamu ingin sekali”
“makasih ayah” aku mencium keningnya. Aku sangat dekat sekali sama ayah kayak Prabu dan Amira gitu deh haha sinetron abis.
Aku memilih baby grey (kata penjualnya).
“kelopak bawahmu buka dengan jari tengah sebelah kanan, jari telunjuk sebelah kiri menarik ke atas kelopak matamu. Letakkan softlense yang ada pada jari telunjuk kananmu ke matamu yang focus melihat pada satu titik. Kemudian gerakkan agar nyaman” seraaam sekali. Mataku dicolok-colok, tapi aku penasaran dan tak gentarnya aku mencoba.
“ayah … burem sekali, kayak ada yang nyangkut”
“kalau pertama begitulah rasanya” jawab sang penjual
“tapi cocok nggak, yah ?”
“bagus. Ayah rasa tai mata kamu akan lahir lebih banyak bahkan seribu kali lipat”
“seenaknya aja !” semua tertawa geli.
Kamu tau ?! pada umurku yang ke-13 itu bukan pertama kali aku nonton bioskop loh. Tapi itu pertama kali aku dan ayah menggoda orang yang sedang asyik pacaran dan hamper ‘mmmmuachhh …’
“del, liat deh !”
“apaan, yah ?”
“dua orang di depan kita”
“ya ampun !” teeriakku. Semua orang mendengus hust … hust … hust … (bukan mengendus, itu nama cowok temanku).
“padahalkan film horror” ucapku berbisik

“mereka buat film sendiri. Kita jangan mau kalah” ayahku ini nalurinya remaja banget sih, bahkan lebih remaja dibandingkan denganku. Pada saat adegan hantunya dating, ayah berteriak sambil melempari pop corn ke arah dua orang itu. Kupikir seru mengerjai dua sejoli yang akan berciuman. Akupun ikutan. Wah, banyak juga pop corn yang kami lempari.
“maaf, dek. Pop cornnya !” kata sang pria tegas
“ups, sorry abis aku terlalu histeris. Nggak akan lagi kok”
“sampingnya” aku menoleh ke ayah, dia masih saja melempar tapilebih kea rah wanita.
“histeris kok ketawa. Aneh !” kata sang wanita menyindir
“ini saking histeris melihat fiml horror di depan kami” ucap ayah berbisik diantara dua sejoli. Rasakan ! makanya jangan mencoba berbuat mesum di tempat umum ! (eits, bukan berarti di tempat sepi boleh ! nggak ada kesempatan till you have married. Agree ?!).
            Memancing. Ayahku senang sekali melakukan hal ini. Tapi aku tidak. Menunggu … menunggu … menunggu … dan menunggu … bosan !! saking tidak konsentrasinya beliau karena mendengar ku merengek pulang. Beliau melempar kaitnya terlalu belakang dan tercantol pada baju orang yang sedang memancing juga (hampr mirip dengan kisah film kartun spongebob squarepan saat berlibur bersama tuan krab dan squidward untuk memancing kerang remis, tapi ini sunggguhan). Orang itu marah. Tapi karena ayah sudah kenal dengan orang itu malah mereka bersenda gurau, kemudian aku menunggu lagi !! banyak sekali kenangan dengan ayah, tapi hanya sedikit yang aku ceritakan. Mungkin kalau semuanya pasti dapat dibukukan dan best seller seperti buku panduan agar tidak bersedih[1] atau novel karangan Habiburrahman El-Shirazy yang judulnya ketika cinta bertasbih, dalam mihrab cinta dan ayat-ayat cinta dan berhasil menyedot 3.200.000 penonton. Menakjubkan !!

  


[1]  Judul buku tersebut La Tahzan

0 komentar:

Post a Comment

semakin dikorek semakin hot